Minggu, 11 November 2012

1.

Sebelumnya, dalam Iklan TV Force Magic “Biru” pernyataan superlatif “Paling Ampuh” dinyatakan melanggar Bab III.A. No. 1.2.2 yang berbunyi: “Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti ‘paling’, ‘nomor satu’, ‘top’, atau kata-kata berawalan ‘ter’ dan atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik”.
Sesuai Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor 03/P/KPI/12/2009 tentang Standar Program Siaran (SPS Tahun 2009) Pasal 49 ayat (1) bahwa program siaran wajib berpedoman pada EPI. Untuk itu, KPI Pusat memberikan himbauan untuk seluruh satsiun TV untuk tidak menayangkan iklan yang dinyatakan telah melanggar EPI sampai dilakukannya perbaikan.



2.
Iklan ini mencantumkan harga tetapi harga di pasaran tidak sama dengan yang di iklankan

3.


Iklan yang di bintangi oleh Komedian Komeng, terlihat tidak Safety. Ngebut di jalan umum sampai bajunya robek-robek, tanpa sarung tangan, dan helm yang digunakan hanya berupa helm half face, iklan ini tidak boleh di contoh oleh masyarakat.

4.

Iklan ini mengatakan bahwa pepsodent  dapat memutihkan gigi dalam sekejap dan dalam sekali sikat gigi saja,tetapi setelah di coba hasilnya sama saja,seperti  menggunakan pasta gigi lainnya,dan gigi tetap  seperti biasa.

5.Pada iklan ini seorang lelaki melemparkan sebuah coklat ke temannya,niat awal temannya itu untuk iseng,dan teman yang di lempari menyuruhnya melemparkan lagi agar masuk ke mulutnya,tetapi lemparan meleset dan masuk ke kantong baju si leaki yang di lempari itu,seharusnya kalau ingin membagi makanan dia tidak perlu melempar-lempar makanan tersebut,lebih bagus makanan itu di berikan ke tangan temannya sendiri.

6.

Iklan deterjen Rinso tersebut boleh dibilang sedikit ‘nakal’. Materi dari Visualisasi iklan ini mengandalkan teknik kesaksian (Testimony) konsumen. Maaf kata, ada seorang wartawan tanpa kabarberita  mewancarai ibu rumah tangga yang sehabis membeli  deterjen rinso di warung,dan tanpa pikir sama sekali mengatakan bahwa deterjen yang mereka pakai lebih bagus dari deterjen lain,lebih putih dan bersih dari deterjen lainnya. Karena kedua ibu yang diminta alasannya mengapa membeli Rinso, dengan seenak nya merendahkan atau mendiskreditkan deterjen merek lain. Walau ketika menyebut deterjen lain Voice-nya diedit dengan teknik dibisukan (Mute), gerakan bibir mereka tampak jelas menyebut deterjen merek lain. Ini mudah dideteksi karena pada umumnya merek sabun cuci terdiri dari dua suku kata saja, seperti Rinso, Dino, So-klin atau Attack.




7. Iklan tehe pucuk ini menjeplak iklan minuman teh dari  Jepang yaitu iklan univ  green tea,iklan sangat amat mirip,hanya tetapi pada iklan jepang itu ulat yang sangat ingin mengambil pucuk daun itu menghipnotis petani teh agar memberikan daun itu pada anak dan ayah ulat itu,dan pada iklan di Indonesia ulat itu hanya mengatakan yah…

8.

Iklan ini sangat tidak baik untuk  di lihat anak-anak karna pada iklan ini menayangkan kemesraan-kemesraan pasangan,dan iklan ini di tayangkan pagi siang sore dan malam tidak mengenal waktu.