Sebelumnya, dalam Iklan TV Force Magic “Biru” pernyataan superlatif “Paling Ampuh” dinyatakan melanggar Bab III.A. No. 1.2.2 yang berbunyi: “Iklan tidak boleh menggunakan kata-kata superlatif seperti ‘paling’, ‘nomor satu’, ‘top’, atau kata-kata berawalan ‘ter’ dan atau yang bermakna sama, tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik”.
Sesuai Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor 03/P/KPI/12/2009 tentang Standar Program Siaran (SPS Tahun 2009) Pasal 49 ayat (1) bahwa program siaran wajib berpedoman pada EPI. Untuk itu, KPI Pusat memberikan himbauan untuk seluruh satsiun TV untuk tidak menayangkan iklan yang dinyatakan telah melanggar EPI sampai dilakukannya perbaikan.
2.
Iklan ini mencantumkan harga tetapi harga di pasaran tidak sama dengan yang di iklankan
3.
Iklan yang di bintangi oleh Komedian Komeng, terlihat tidak
Safety. Ngebut di jalan umum sampai bajunya robek-robek, tanpa sarung tangan,
dan helm yang digunakan hanya berupa helm half face, iklan ini tidak boleh di
contoh oleh masyarakat.
4.
Iklan ini mengatakan bahwa pepsodent dapat memutihkan gigi dalam sekejap dan dalam
sekali sikat gigi saja,tetapi setelah di coba hasilnya sama saja,seperti menggunakan pasta gigi lainnya,dan gigi
tetap seperti biasa.
5.Pada iklan ini seorang lelaki melemparkan sebuah coklat ke temannya,niat awal temannya itu untuk iseng,dan teman yang di lempari menyuruhnya melemparkan lagi agar masuk ke mulutnya,tetapi lemparan meleset dan masuk ke kantong baju si leaki yang di lempari itu,seharusnya kalau ingin membagi makanan dia tidak perlu melempar-lempar makanan tersebut,lebih bagus makanan itu di berikan ke tangan temannya sendiri.
6.
Iklan deterjen Rinso tersebut boleh dibilang sedikit
‘nakal’. Materi dari Visualisasi iklan ini mengandalkan teknik kesaksian
(Testimony) konsumen. Maaf kata, ada seorang wartawan tanpa kabarberita mewancarai ibu rumah tangga yang sehabis
membeli deterjen rinso di warung,dan
tanpa pikir sama sekali mengatakan bahwa deterjen yang mereka pakai lebih bagus
dari deterjen lain,lebih putih dan bersih dari deterjen lainnya. Karena kedua
ibu yang diminta alasannya mengapa membeli Rinso, dengan seenak nya merendahkan
atau mendiskreditkan deterjen merek lain. Walau ketika menyebut deterjen lain
Voice-nya diedit dengan teknik dibisukan (Mute), gerakan bibir mereka tampak
jelas menyebut deterjen merek lain. Ini mudah dideteksi karena pada umumnya
merek sabun cuci terdiri dari dua suku kata saja, seperti Rinso, Dino, So-klin
atau Attack.
7. Iklan tehe pucuk ini menjeplak iklan minuman teh dari Jepang yaitu iklan univ green tea,iklan sangat amat mirip,hanya tetapi
pada iklan jepang itu ulat yang sangat ingin mengambil pucuk daun itu
menghipnotis petani teh agar memberikan daun itu pada anak dan ayah ulat
itu,dan pada iklan di Indonesia ulat itu hanya mengatakan yah…
8.
Iklan
ini sangat tidak baik untuk di lihat
anak-anak karna pada iklan ini menayangkan kemesraan-kemesraan pasangan,dan
iklan ini di tayangkan pagi siang sore dan malam tidak mengenal waktu.





